ARTIKEL MINAT BACA SISWA

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    LATAR BELAKANG

Perpustakaan merupakan jantung atau urat nadi bagi pendidikan. Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan dan mencari buku, tetapi lebih dari itu yaitu menjadi sumber/tempat mencari informasi. Setiap sekolah yang menginginkan pendidikan yang berkualitas mutlak senantiasa menumbuh kembangkan perpustakaan. Sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 45 (ayat 1) yang menyebutkan bahwa “Setiap satuan pendidikan formal dan non formal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan kejiwaan peserta didik”. Sarana dan prasarana yang dimaksud meliputi perpustakaan, laboratorium, dan sarana lain yang menunjang kelancaran proses belajar mengajar. Demikian pula Undang-Undang No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan; dalam pasal 23 menyebutkan bahwa setiap Sekolah/Madrasah menyelenggarakan perpustakaan yang memenuhi standart nasional perpustakaan dengan memperhatikan Standart Nasional Pendidikan.

Perpustakaan sekolah memiliki peran yang strategis sebagai sumber belajar dan sumber informasi bagi warga sekolah yaitu kepala sekolah, guru, siswa dan staf administrasi dalam memperoleh kesempatan untuk memperluas dan memperdalam pengetahuan dengan membaca bahan perpustakaan yang mengandung ilmu pengetahuan yang diperlukan.

Mengingat begitu pentingnya fungsi perpustakaan untuk membentuk siswa yang cerdas dan berkualitas maka perlu adanya pengelolaan secara profesional baik tenaga, koleksi, layanan, dan aspek lain yang terkait termasuk dalam hal pendanaannya.

  1. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut ternyata siswa kurang tertarik untuk menggunakan perpustakaan sebagai saranadan wahana  menambah wawasan meraka. Permasalahan yang muncul sehingga siswa kurang minat menggunakan bahan bacaan di perpustakaan antara lain  :

  1. Alokasi Dana

Alokasi dana kurang memadahi sehingga menghambat proses pengelolaan perpustakaan. Dana sangat diperlukan dalam kegiatan perpustakaan selain pengadaan, pengolahan dan layanan, juga ada kegiatan perawatan dan perbaikan baik koleksi maupun sarana prasarana lainnya. Kegiatan perawatan harus rutin dilaksanakan agar koleksi dan sarana prasarana lain dapat terjaga dan awet. Karena itu, harus ada dana untuk kegiatan perawatan rutin.

  1. Layanan yang hanya bersifat sirkulasi

Pelayanan yang hanya berupa pelayanan sirkulasi yaitu layanan peminjaman dan pengembalian bahan pustaka untuk dibawa pulang maupun baca ditempat.

  1. Kurangnya kedisiplinan Anggota Perpustakaan

Adanya ketidakdisiplinan dalam pengembalian dan pemakaian buku perpustakaan, misalnya :

  1. Pengguna sering terlambat dalam mengembalikan buku, sehingga peredaran buku tidak lancar. Disaat pengguna lain membutuhkan bahan koleksi tersebut, tidak dapat meminjamnya karena belum dikembalikan.
  2. Pengguna tidak bisa menjaga dan merawat bahan pustaka yang dipinjam, karena merasa bukan milik sendiri.
  3. Minat Baca yang kurang

Anggota perpustakaan sekolah mayoritas siswa sekolah tersebut, tapi pada umumnya para siswa kurang berminat membaca di perpustakaan. Mereka meminjam dan membaca buku hanya untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, kurang adanya minat membaca karena keinginan untuk menambah wawasan dan informasi.

  1. Pengadaan Koleksi

Dalam hal pengadaan bahan pustaka masih kurang maksimal, karena selama ini bahan pustaka berasal dari Dana Alokasi Khusus Pemerintah pusat, dari BOS yang setiap tahunnya sudah dialokasikan sesuai kebijakan Dinas setempat, terkadang dari APBD, sumbangan alumni dan siswa belum jalan

  1. Ketenagaan Perpustakaan Belum Maksimal

Ketenagaan perpustakaan yang belum semua memiliki kualifikasi akademik perpustakaan sehingga masih mengalami beberapa kendala dalam pengelolaannya

  1. Analisis Masalah

Dari hasil penelitian yang dilakukan penulis bahwa  kondisi perpustakaan SMP Negeri 2 Kebakkramat kurang dikunjugi dan  diminati siswa adanya beberapa faktor penyebabnya  antara lain :

  1. Koleksi buku kurang menarik
    1. Tenaga Perpustakaan belum profesional
    2. Layanan kurang maksimal sebab hanya dilayani apabila jam – jam istirahat yang dikarenakan petugasnya semuanya guru mata pelajaran yang harus mengajar dikelas
  2. B.       Perumusan Masalah

Berdasarkan hal tersebut, penulis merumuskan masalah sebagai berikut  “  Apakah dengan Peningkatan Layanan  Perpustakaan Sekolah dapat Meningkatkan Minat Baca Siswa di Sekolah Menengah Petama Negeri 2 Kebakkramat ? “.

  1. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang hendak dicapai bertolak dari permasalahan di atas, secara umum adalah upaya meningkatkan minat baca siswa

Sedangkan tujuan penelitian secara khusus siswa dapat mengidentifikasi pentingnya membaca dalam rangka menambah wawasan dan pengetahuan untuk mendukung proses pmbelajaran.

  1. D.      Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat baik bagi siswa,  guru, sekolah maupun masyarakat

  1. Bagi siswa

Siswa dapat meningkatkan minat baca sehingga dalam diri siswa selalu memiliki sifat ingin tahu.

  1. Bagi guru

Membantu guru untuk menambah wawasan dan pendalam materi pembeajaran sehingga seorang guru tidak akan ketinggalan zaman

  1. Bagi sekolah

Sebagai masukan dalam menjawab masalah – masalah yang dihadapi di sekolah dalam pengembangan perpustakaan sekolah.

  1. Bagi masyarakat

Membantu masyarakat untuk menggunakan layanan perpustakaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

BAB II

MASALAH DAN PEMECAHANNYA

  1. A.    Perpustakaan Sekolah

Meneurut Drs. AR. Ibnu Ahmad Shaleh ( 1987 )  perpustakaan adalah tempat pengumulan pustaka atau kumpulan pustaka yang diatur dan disusun dengan sitem tertentu, sehingga sewaktu – waktu diperlukan dapat dikemukakan dengan mudah dan cepat. Menurut kamus The Oxford English Dictionary , kata library yang berarti sebagai suatu tempat buku – buku diatur untuk dibaca, dipelajari atau dipakai sebagai bahan rujukan. Pengertian perpustakaan mulai abad 19 berkembang menjadi suatu gedung, ruangan atau sejumlah ruangan yang berisi koleksi buku yang dipelihara dengan baik , dapat digunakan oleh masyarakat atau golongan masyarakat tertentu. Pada tahun 1970  ( dalam Ein Rosalin, 2008: 19) , The American Library Association menggunakan istilah perpustakaan untuk suatu pengertjian yang luas yaitu termasuk pengertian pusat media, pusat belajar, pusat pendidikan, pusat informasi, pusat dokumentasi, dan puat rujukan. Perpustakaan menurut Kepres RI No. 11 disebutkan bahwa perpustakaan merupakan salah satu sarana pelestarian bahan pustaka sebagai hasil bdaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pmbangunan nasional.

Maka secar singat dapat disebutkan bahwa perpustakaan adalah salah satu organisasi sumber belajar yang menghimpun berbagai informasi dalam bentuk buku dan bukan buku yang dapat dimanfaatkan oleh pemakai ( guru, siswa, atau masyarakat ) dalam upaya mengebangkan kemampuan dan kecakapannya. Ke dalam pengertian tersebut perpustakaan dapat pula karya tulis siswa, gamar, video, gambar , nyanyian yang dikasetkan. Semua itu dapat dikategorikan sebagai buku perpustakaan yang dapat dibaca dan dipinjamkan.

Perpustakaan dibedakan menjadi dua macam yaitu perpustakaan umum dan perpustakaan khusus. Perpustakaan Umum adalah koleksi buku – bukunya trdiri atas bermacam – macam nam dan ditulis dalam berbagai macam bahasa, baik yang dicetak maupun yang tidak dicetak dan berada dam suatu ruangan atau bangunan. Sedangkan Perpustakaan Khusus adalah perpustakaan yang memiliki sifat kehususan baik ditinjau dari segi koleksi buku dan pemakai perpustakaan tersebut. Ciri perpustakaan Khusus antara lain :

  1. Koleksi bersifat khusus
  2. Pelayanannyabersifat khusus
  3. Mempunya staf khusus untuk bidang dan metodologi tertentu
  4. Melayani pemakai tertentu.

Dari ciri tersebut maka Perpustakaan Sekolah termasuk ke dalam bentuk perpustakaan khusus baik ditinjau dari segi koleksi maupun pemakainya.

Sedangkan Perpustakaan Sekolah adalah suatu unit kerja dan merupakan bagian integral dari lembaga pendidikan yang berupa tempat penyimpanan koleksi bahan pustaka yang dikelola dan diatur menurut sistem tertentu untuk digunakan dalam menunjang keegaiatan belajar dan mengajar di sekolah.  Perpustakaan sekolah merupakan perpustakaan yang diselenggarakan di sekolah , oleh sekolah dan untuk kepentingan proses pembelajaran di sekolah sesuai jenjang sekolah..

Apabila kita perhatikan pengertian perpustakaan tersebut, terdapat lima unsur yaitu :

  1. Wadah atau tempat

Wadah atau tempat itu berupa gedung yang berfungsi sebagai tempat menyimpan koleksi, tempat aktivitas layanan perpustakaan dan tempat bekerja petugas perputakaan; lokasi berada dalam pusat sekolah sehingga mudah dicapai oleh siswa dan guru; ruang dengan ventilasi cukup, layanan lancar dan suasana tenang; dekorasi ruang cukup menarik ; penerangan cukup terang untuk membaca; suhu udara cukup sejuk; lemari buku memadahi; rak buku dan sebagainya.

  1. Bahan pustaka

Bahan pustaka berupa barang cetakan, misalnya buku, majalah, surat kabar, atlas, dan sebagainya. Selain berupa barang cetakan juga berupa rekaman, misalnya piringan hitam, tape, gambar, film dan sebagainya. Juga berupa audio, visual dan audio visual. Audio adalah alat yang bisa didengar, misalnya piringan hitam, tape dan sebagainya. Visual adalah alat yang bisa dipandang atau dilihat, misalnya slide, film strip, gambar dan sebagainya. Audio visual adalah alat pandang –dengar. Artinya alat yang bisa dilihat dan didengar, misalnya film, video caset dan sebagainya.

  1. Disusun menurut sistem tertentu

Maksudnya bahan pustaka itu disusun menurut cara tertentu agar mudah ditemukan sewaktu-waktu dibutuhkan. Untuk pekerjaan teknis seperti bahan pustaka itu disusun sesuai dengan kelompoknya misalnya kelompok yang menyangkut bidang keagamaan, kelompok sains, kelompok sosial, kelompok umum, kelompok majalah dan kelompok koran.

  1. Masyarakat pembaca

Masyarakat pembaca adalah mereka yang membutuhkan jasa perpustakaan yang terdiri dari berbagai profesi dan lapisan masyarakat. Perpustakaan sekolah masyarakat pembacanya adalah  seluruh siswa, guru dan karyawan.

  1. Guna peningkatan mutu kehidupannya

Ini berarti jika seseorang datang ke perpustakaan, apakah untuk menambah pengetahuannya atau mencari informasi, atau rekreasi yang positif, atau ingin mempelajari sesuatu hal, diharapkan dapat meningkatkan mutu kehidupannya.

  1. B.     Fungsi Perpustakaan Sekolah

Menurut A.S. Nasution ( 1981 ) Perpustakaan sekolah mempunyai fungsi sebagai berikut :

  1. Sebagai pusat belajar mengajar

Bagi guru dan siswa perpustakaan sekolah merupakan sarana untuk belajar, dengan tekanan pada para siswa untuk belajar mencari informasi yang berkaitan dengan mata pelajaran.

  1. Sebagai pusat penelitian sederhana

Perpustakaan siswa membantu siswa melakukan penelitian perpustakaan, yang kemudian dikaitkan dengan lingkungan sekitar

  1. Sebagai penambah pengetahuan dan rekreasi

Perpustakaan sekolah menyediakan bahan pustaka guna pengembangan pengetahuan siswa dan guru.

  1. Sebagai pusat pengembangan apresiasi budaya

Perpustakaan sekolah menyediakan bahan pustaka yang mendidik siswa dan guru menghargai nilai budaya bangsa Indonesia.

  1. Sebagai media preservasi

Perpustakaan sekolah dapat untuk menyimpan dan memelihara bahan pustaka untuk maksud melestarikan.

  1. Tujuan Pengelolaan Perpustakaan Sekolah

Pengelolaan perpustakaan bertujuan :

  1. Menyediakan buku-buku bacaan bagi siswa yang berupa buku teks maupun  buku-buku umum
  2. Agar siswa memperoleh informasi ilmu pengetahuan dari buku yang dibaca sehingga siswa dapat mengembangkan kemampuan dan keahliannya.
  3. Membangkitkan siswa untuk gemar membaca

D.    Pembinaan Koleksi

Salah satu faktor penting untuk keberhasilan tujuan penyelenggaraan perpustakaan sekolah adalah berhasilnya pengadaan bahan pustaka, khususnya bahan pustaka yang bernutu, sesuai dengan minat dan kebutuhan para pemakaian yang diayani khusus perpustakaan SMP yang harus tersedianya buku-buku yang dibutuhkan dan menunjang keberhasilan siswa dalam proses belajara mengajar.

Koleksi bagi perpustakaan merupakan modal dasar yang sangat penting di samping perlengkapan lainnya. Koleksi bahan pustaka merupakan daya taraik pemakai itu sendiri sebab kebutuhan pemakai terpenuhi. Oleh karena itu kloeksi bahan pustaka terus dibina terus menerus secara teratur.

  1. Pengadaan Koleksi Bahan Pustaka

Koleksi perpustakaan sekolah mencakup segala bentuk karya tulis, cetak, rekam, seperti naskah, buku, terbitan berkala, foto, pita rekam, slide dan sebagainya. Koleksi-koleksi ini terutama terdiri dari bahan pustaka yang menjadi bahan pokok dan penjunjang kurikulum sekolah.

Koleksi perpustakaan yang baik adalah koleksi yang selalu mengikuti perkembangan jaman dalam dunia penerbitan apa saja. Juga dimilikinya bahan pustaka lama yang bermutu, karena secara teratur dan terus menerus selalu ditambah.

  1. Macam-macam Bahan Pustaka
    1. Bahan cetak

1)         Buku ,

Menurut jenis isinya buku dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu buku non fiksi dan buku fiksi. Buku non fiksi adalah buku ilmu pengetahuan yang memuat hasil pemikiran dan pengamatan seorang pengarang yang dituangkan dalam bentuk karya cetak. Buku fiksi adalah buku cerita ciptaan seorang pengarang berdasarkan kayalannya. Perpustakaan memilih buku fiksi secara selektif dan memilih fiksi yang mendidik dan mengembangkan bakat dan kemampuan para siswa, khusunya siswa SMP.

2)        Bahan Pustaka non buku

Bahan pustaka non buku yang dimaksud adalah majalah, surat kabar, buletin, gambar, poster, peta, diagram dan sebagainya.

3)        Bahan tak tercetak

Bahan pustaka yang termasuk tak tercetak misalnya : globe, pringan hitam, tape, slide, vcd player, cd, reproduksi gambar dari pelukis terkenal dan sebagainya.

  1. Pemilihan Bahan Pustaka

Pemilihan bahan pustaka turut menentukan berhasil tidaknya penyelenggaraan perpustakaan. Maka Perpustakaan sekolah dalam meilih bahan pustaka yaitu buku-buku penunjang proses belajar mengajar terutama buku-buku KBK dan juga buku referensi yang lain yang berguna bagi pengembangan bakat dan minat siswa dalam meningkatkan kemampuan dan keahliannya demi menunjang masa depannya.

1)            Prinsip pemilihan bahan pustaka

a)         Bahan pustaka sesuai dengan kebutuhan siswa

b)         Bahan pustaka dapat memperkaya cakrawala pengetahuan siswa

c)         Bahan pustaka yang bermutu

d)        Memenuhi standart

2)            Kriteria pemilihan bahan pustaka

Dalam menentukan pemilihan bahan pustaka mempertimbangkan :

a)         Isi :

-             tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45 dan kebijakan pemerintah.

-             Mamapu membangkitkan, mengembangkan sifat-sifat yang baik sesuai dengan filsafat hidup bangsa dan negara

-             Membantu mengembangkan bakat dan minat siswa

b)         Bahasa

-          Susunan kalimat baik dan berfantasi

-          Pemakaian kata baik dan benar serta edukatif

-          Ejaan betul

c)         Fisik buku

-          Bentuk serasi dengan teks

-          Kertasa tidak tembus pandang dan tulisan jelas

-          Penjilidan rapi dan baik sehingga tidak menyulitkan pembaca

E.                 Anggaran dan Dana

Dalam pengelolaan organisasi sangat diperlukan dana. Karena dengan dana organisasi itu dapat mengembangkan dan meningkatkan kualitas pelayanan organiasai tersebut. Maka organisasi perpustakaan dibutuhkan dana yang sangat besar guna pengadaan bahan pustaka.

Sumber pendanaan perpustakaan sekolah berasal dari :

  1. Pemerintah

Dana dari pemerintah datangnya tidak rutin dan biasanya sudah diwujudkan dalam bentuk barang cetakan seperti buku pelajaran dan majalah.

  1. Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah

Dalam Anggaran pendapatan dan Belanja Sekolah seharusnya mendapat anggaran belum sepenuhnya dianggarkan dengan alasan minum anggaran sekolah.

  1. Siswa

Dalam usaha peningkatan kualitas siswa dalam menempuh pendidikan di sekolah diperlukan bahan pustaka yang mendukung kreaktivitas siswa untuk maju. Maka dengan sepakatan memohon untuk melibatkan siswa dalam peningkatan pelayanan perpustakaan dengan jalan setiap siswa dikenakan dana perawatan bahan .

F.                  Layanan Perpustakaan Sekolah

  1. Pengertian

Layanan perpustakaan sekolah bertujuan untuk menyajikan informasi guna kepentingan peningkatan pelaksanaan proses belajar mengajar dan rekreasi bagi semua warga sekolah dengan mempergunakan bahan pustaka. Secara operasional layanan perpustakaan sekolah mencakup kegiatan layanan sirkulasi, layanan referensi dan bimbingan membaca

  1. Jenis Layanan

Ditinjau dari sasaran yang dituju dapat dibedakan adanya tiga jenis layanan yaitu :

  1. Layanan kepada guru

Layanan guru meliputi kegiatan :

1)        Meningkatkan pengetahuan guru mengenai subyek yang menjadi bidangnya. Dalam hal ini perpustakaan sekolah menyediakan bahan informasi yang diperlukan.

2)        Membantu guru dalam mengajar di kelas. Di sini perpustakaan sekolah menyediakan alat pelengkap dan pembantu mengajar guru seperti globe, peta dan alat dengar atau lihat lainnya.

3)        Menyediakan bahan pustaka yang diperlukan mata pelajaran tertentu.

4)        Perpustakaan sekolah menyediakan bahan informasi bagi kepentingan penelitian yang diperlukan guru.

5)        Mengisi jam pelajaran yang kosong.

  1. Layanan kepada siswa

Layanan kepada siswa meliputi kegiatan :

1)        Perpustakaan sekolah menyediakan bahan pustakan yang memperkaya dan memperluas cakrawala kurikulum.

2)        Perpustakaan sekolah menyediakan bahan pustaka yang dapat  membantu siswa memperdalam pengetahuannya mengenai suatu subyek yang diamat

3)        Menyediakan bahan pustaka yang menunjang peningkatan ketrampilan.

4)        Mengadakan aktivitas guna meningkatkan minat baca siswa.

  1. Layanan terhadap managemen sekolah

Perpustakaan sekolah secara aktif membantu pimpinan sekolah dan guru bidang pernecanaan, pelaksanaan, pemanduan dan penilian program pendidikan di sekolah, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kepala sekolah dan guru.

  1. Sistem Layanan

Perpustakaan sekolah dalam layanannya menggunakan sistem layanan perpustakaan yang terbuka. Dalam sistem ini pemakai perpustakaan dapat langsung memilih sendiri bahan pustaka yang dibutuhkan darui ruang koleksi atau rak buku. Petugas perpustakaan hanya mengawasi dan kadang-kadang membantu pemakai apabila diperlukan. Dengan sistem ini layanan dapat dilaksanakan secara cepat dan tepat.

  1.  Pola layanan

Pola layanan dilakukan secara langsung yaitu memberi informasi dan bimbingan yang dilakukan oleh petugas perpustakaan sekolah dalam bentuk penggunaan sumber informasi beserta pendayagunaannya, melalui :

  1. Layanan sirkulasi

Kegiatan peminjaman dan pengembalian bahan pustaka pada pemakai perpustakaan yang memang sudah diizinkan meminjamkan. Kegaiatan ini meliputi :

1)                 Bahan pustaka yang dipinjamkan.

Dalam hal ini bahan pustaka yang dipinjamkan hanyalah bahan pustaka yang tidak termasuk referensi.

2)                 Siapakah peminjam itu.

Peminjam bahan pustaka yang dibawa keluar adalah semua siswa yang telah memiliki kartu anggota.

  1. Lamanya peminjaman

Perpustakaan sekolah SMP Negeri 2 Kebakkramat meminjam buku sekali peminjaman selama 3-4 hari dan apabila terlambat didenda.

  1. Tata cara dan administrasi peminjam

Peminjam memilih buku lalu dibawa kepada petugas yang disertai dengan tanda kartu anggota, kemudian petugas mencatat nomor anggota, judul buku, tanggal pinjam dan tanggal kembali baik dalam kartu anggota maupun dalam buku pinjam. Petugas memberi paraf pada kartu anggota setelah buku dikembalikan.

  1. Penagihan

Penagihan adalah kegiatan meminta kembali bahan pustaka yang dipinjam oleh anggota setelah batas waktu peminjaman dilampaui.

  1. Surat bebas pinjam bahan pustaka ( SBPP)

Kegiatan pemeriksaan tanda bukti bahwa pemakai sudah tidak mempunyai tanggung buku lagi. Kegiatan ini dilakukan untuk akhir tahun dan anggota yang ke luar sekolah.

  1. Statistik perpustakaan

Pembuatan statistik bertujuan untuk mengetahui sejauh mana operasional perpustakaan sekolah dalam kaitannya dengan kegiatan belajar mengajar.

Statistik perpustakaan sekolah meliputi penyajian data :

-          Koleksi bahan pustaka

-          Layanan : data pengunjung siswa perkelas, data peminjam perkelas data buku yang dipinjam dibuat per golongan buku dari 000-999.

  1. Peraturan dan tata tertib.

G.          Layanan Bimbingan Menggunakan Perpustakaan

Layanan bimbingan menggunakan perpustakaan sekolah meliputi dua macam :

  1. Layanan bagi siswa yang mengalami kesulitan dalam menggunakan bahan pustaka. Dalam hal ini petugas perpustakaan dapat memberikan informasi tentang :
    1. Susunan buku dalam jajarannya di rak.
    2. Mencari judul buku melalui katalog
    3. Mencari artikel majalah
    4. Cara menelusri informasi dengan menggunakan bahan referensi.
    5. Layanan pembaca. Layanan ini dilaksanakan dengan jalan :
      1. Memperkenalkan buku/ bahan pustaka
      2. Mengenalkan hak dan kewajiban membaca / meminjam
      3. Membuat ruang perpustakaan yang bersih dan nyaman serta teang
      4. Menyediakan peaswat tv, vcd
      5. Memberi hadiah bagi siswa yang meminjam buku paling banyak pada setiap smester.
      6. Promosi perpustakaan sekolah

Promosi perpustakaan sekolah merupakan upaya petugas perpustakaan agar para siswa mengetahui tentang bahan pustaka yang tersedia, sehingga para siswa tertarik untuk membaca bahan / buku pustaka untuk meningkatkatkan pendalamannya dalam materi proses belajar mengajar. Dalam promosi ini yang dilakukan oleh perpustakaan sekolah dengan jalan memberi hadiah kepada siswa yang paling giat membaca dan meminjam buku perpustakaan. Hadiah ini berupa buku tulis dan tak sekolah.

BAB III

Kesimpulan dan Saran – Saran

  1. Kesimpulan

Kesimpulan dari makalah ini adalah:

  1. Perpustakaan sekolah sangat menunjang tercapainya proses belajar mengajar di sekolah.
  2. Dalam mengelola perpustakaan sekolah, banyak kendala dan permasalahan yang muncul seperti masalah :
  3. Koleksi bahan pustaka sekolah
  4. Pendanaan
  5. Layanan perpustakaan sekolah

Permasalahan ini muncul karena belum adanya tenaga pustakawan permanen yang menguasai bidang perpustakaan sekolah.

  1. Saran-saran

Berdasarkan pengalaman dan kendala tersebut maka penulis menyarankan :

  1. Bagi Pemerintah:
  2. Untuk segera melatih dan mendidik tenaga perpustakaan.
  3. Menyediakan bahan pustaka yang mencukupi sesuai kebutuhan siswa
  4. Menyediakan dana yang memadahi.
  5. Bagi sekolah :
  6. Mengirimkan petugas perpustakaan untuk mengikuti pendidikan atau pelatihan perpustakaan sekolah.
  7. Memberi anggaran yang mememadahi dalam RAPBS.
  8. Bagi siswa / pembaca :
  9. Mengingat buku / bahan pustaka sangat membantu dalam mengembangkan bakat dan minat, maka diharapkan para siswa meluangkan waktu untuk memebaca.
  10. Membantu merawat dan mengisi bahan pustaka sekolah.
  1. Bagi petugas perpustakaan :
    1. Untuk lebih meningkatkan keprofesionalan dalam menangani perpustakaan sekolah dengan melatih diri mengikuti kursus-kursus dan pelatihan dan pelatihan perpustakaan.
    2. Untuk memiliki ketekunan dan kemauan untuk memajukan perpustakaan sekolah.

DAFTAR PUSTAKA

AR. Ibnu Ahmad Shaleh 1987, Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah. Jakarta : PT. Hidakarya Agung

Arikunto, Suharsimi, 2003. Prosedur Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.

A.S. Nasution dkk, 1981 . Perpustakaan Sekolah. Jakarta : Proyek Pengembangan Perpustakaan – Depdikbud.

Elin Rosalin,2008, Pemanfaatan Perpustakaan dan Sumber Informasi, Bandung, PT. Karsa mandiri Persada.

Siti Nuraini dan Sri Suharmini W, 2007, Praktek Kerja Perpustakaan ( Untuk Instruktur ) Program Studi D II Perpustakaan. Jakarta : UT.

_____________, Undang – Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan  Nasional

_____________, Undang – Undang RI No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s